25 Des 2010

Celana Ketat: Seksi Sih, Tapi...

Artis-artis dan bintang ternama kerap terlihat mengenakan celana ketat dalam beragam model di acara televisi. Artis perempuan terlihat seksi sedangkan artis lelaki semakin macho. Celana ketat membungkus tubuh mereka yang tampak sempurna, sehingga terlihat begitu indah.

Risiko Memakai Celana Ketat

Penampilan artis-artis dalam celana ketat mendorong Anda untuk tampil serupa. Namun, sebelum Anda membeli celana ketat, Anda harus tahu risiko dibalik pemakaian celana sejenis ini, apa pun modelnya. Jika belum tahu, simak beberapa risiko memakai celana ketat.

1. Kurang nyaman

Celana ketat menempel erat tanpa menyisakan ruang untuk udara. Maka dari itu, memakai celana ketat sebenarnya kurang nyaman untuk aktivitas sehari-hari, terutama di luar rumah. Apalagi, jika celana itu terbuat dari serat sintetis yang tidak menyerap keringat. Pemakaian celana ketat dapat menyebabkan rasa gatal di bagian-bagian lipatan.

2. Memperlihatkan bentuk tubuh

Para artis sangat menjaga bentuk tubuhnya. Maka dari itu, celana ketat yang mereka pakai sedap dipandang. Bagi Anda yang mempunyai bentuk tubuh kurang ideal, memakai celana ketat hanya akan memperburuk penampilan. Untuk Anda para pria, celana ketat bukan tak mungkin memperlihatkan Mr P, sehingga Anda menjadi olok-olokan teman-teman.

3. Mempengaruhi alat reproduksi

Alat reproduksi laki-laki terletak di luar tubuh. Celana ketat akan membuat temperatur di sekitar Mr P meningkat sehingga berpengaruh pada produksi sperma. Pemakaian celana ketat secara terus menerus akan menurunkan produksi sperma.. Menggunakan boxer masih lebih baik daripada mengenakan celana ketat untuk jangka waktu lama.

Bagi wanita, celana ketat bisa menimbulkan jamur, keputihan, ataupun gatal-gatal pada organ kewanitaan. Gangguan itu akibat keringat yang tidak terserap sempurna. Celana ketat dari bahan karet yang lentur lebih aman, tetapi sebaiknya tidak dipakai dalam tempo waktu yang lama

4. Mengganggu Saraf

Celana ketat juga berisiko menimbulkan masalah saraf yang disebut dengan meralgia paresthetica. Jika pengguna celana ketat juga memakai sepatu berhak stiletto, tekanan pada saraf fermonalis akan menyebabkan kesemutan dan rasa terbakar di bagian kaki. Risiko tersebut semakin besar pada wanita hamil dan orang dengan berat badan berlebihan.

Pakaian Musim Dingin

Celana ketat sebenarnya merupakan bagian dari pakaian musim dingin bagi masyarakat yang tinggal di daerah subtropis, seperti Eropa dan Amerika. Pakaian ketat membuat kontak tubuh dan udara sekitar menjadi sangat kecil. Dengan begitu, perpindahan panas dari tubuh ke lingkungan sekitar yang dingin sangat kecil sehingga tubuh tidak kedinginan.

Sedangkan, Indonesia beriklim tropis yang cenderung lembap dan panas. Memakai celana ketat atau pakaian ketat lainnya akan membuat si pemakai kurang nyaman, gerah, dan berkeringat. Keadaan tersebut merupakan tempat yang sangat ideal bagi jamur dan bakteri untuk berkembang biak. Maka dari itu, hindari pemakaian celana ketat kecuali di rumah serta dalam jangka waktu yang singkat saja.

1 komentar:

  1. kumaha dididnya welah

    tapi aya teu anggean nu ketat kanggo pameget teu,....???????

    BalasHapus